BISMILAHI RAHMANI RAHIM
ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULAHI WABARAKATU
MENGUNGKAP MAKNA MAPPACCI
(Di Susun Oleh :Drs.H.A.AZIS SUTTARA)
Bila kita memulai/niat yang bersih dalam suatu kegiatan hidup, Insya Allah hasilnya bersih pula, oleh karena itu Nabi Muhammad Saw memberikan pesan bahwa bersih itu sebahagian dari pada iman. Karena itu pada waktu ini kita telah berniat mengawinkan anak kita, maka marilah kita doakan bersama semoga dalam mengarungi samudra kehidupan mendapatkan petunjuk Allah Swt, mendapat keturunan yang saleh dan dapat berguna bagi Bangsa dan Negara, masyarakat, keluarga utamanya terhadap orang tuanya. Amin.
Mappacci merupakan acara adat sebagai rangkaian pelaksanaan pesta pernikahan yang mengungkapkan pengertian pensucian diri sekaligus sebagai wahana pewarisan nilai-nilai kesucian bagi sang mempelai.
Pernikahan adalah peristiwa ritual yang bermakna relegius dalam proses pelaksanaannya memerlukan suatu tatanan disebut adat istiadat sebagai warisan budaya etnis bugis.
Mappacci mulai dilaksanakan di bone pada tahun 1696 sewaktu Lapatau Matanna Tikka MatinroE Ri Naga Uleng menjadi Raja ke 16 kerajaan Bone, akhirnya membudaya dalam masyarakat sampai saat sekarang ini. Dalam Lontara disebutkan bahwa : Naiyya mappacciE iyanaritu ademappuraonro risesena puasengngi tau deceng
Dalam pelaksanaan mappacci sedikitnya menpergunakan enam macam alat perlengkapan terdiri atas : bantal, sarung tujuh lembar, daun pisang, daun nangka, daun pacci dan pelleng pesse (lilin) ke enam macam alat perlengkapan dimaksud mengandung makna tersendiri yakni:
Bantal adalah simbol sipakatau ( saling menghargai ), karena fungsi bantal adalah pengalas kepala dikala tidur. Adapun bagian tubuh manusia yang paling mulia dan dihargai adalah kepala. Dikepala inilah tempatnya otak. Kalau otak berfungsi dengan baik, manusia jadi mulia karena jenius. Tetapi apabila otak ini tidak berfungsi maka manusia maka manusia bisa jadi hina dan gila. Begitu pula sosok manusia baru dapat dikenal bila dilihat dari wajahnya, sedang wajah adalah bagian dari kepala.
Sarung, adalah simbol mabulo sipeppa (persatuan), karena sarung ini terdiri dari kumpulan lembaran benang yang telah disatukan kemudian di olah dan ditenung akhirnya menjadi sarung.
Fungsi sarung adalah pakaian penutup aurat. Demikian pula halnya dengan isteri adalah pakaian dari suami, dan suami pakaian dari isteri sebagai mana dijelaskan Allah Swt dalam Al Quran : Hunna Libasum Lakum Waantum Libasum Lahunna,
artinya mereka itu isteri- isterimu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun selaku suami pakaian dari mereka.
Tujuh lembar sarung angka tujuh ini adalah simbol tatanan pemerintahan Kerajaan Bone dahulu dengan gelar anggota adat tujuh yang berfungsi memimpin pemerintahan. Disisi lain angka tujuh adalah pada setiap perhitungan bagi masyarakat memberi makna keberuntungan serta hakekat kesinambungan. Begitu pula tata kehidupan masyarakat Bugis memiliki tujuh ciri khas masing- masing :Religius, Historis,Kulturil,Patriok, Sosiologi,Ekonomis, Agraria dan Kepribadian.
Daun pisang, adalah simbol serba guna karena pohon pisang itu secara keseluruhan dapat digunakan oleh manusia khususnya buahnya. Pisang merupakan tanaman produktif karena sekali kita menanam pisang akhirnya tumbuh dan berkembang, patah tumbuh hilang berganti. Sama halnya dengan manusia hidup dan berkembang dari generasi ke generasi melalui perkawinan.
Daun nangka, adalah simbol cita-cita dalam bahasa daerah disebut panasa, mengandung makna mamminasa, Indonesianya cita -cita .Ini berarti bahwa tekad dan cita cita setiap pasangan suami isteri ingin menjadikan rumah tangganya senantiasa dalam keadaan tentram dan bahagia di dampingi oleh isteri serta anak anak saleh sehingga terwujudlah suatu keluarga sakinah sebagaimana Hadist Nabi Muhammad Saw : Baety Jannaty,
Artinya : Rumahku adalah surgaku.
Daun Pacci, Pacci adalah simbol kebersihan atau kesucian , karena daun pacci itu digunakan manusia sebagai pemerah kuku dalam pantun bahasa daerah di ungkapkan bahwa: duami uwalasappo belona kanukuE Unganna PanasaE. Terjemahan bebas: Hanya dua kujadikan perisai adalah pacci yaitu kesucian dan lempu yaitu kejujuran untuk itu dalam menempuh berbagai dimensi kehidupan ini, maka ada empat hal yang perlu dipegang teguh oleh setiap muslim yakni: Iman,Syariah, Aqidah,dan Ahklak dalam memantapkan Hablum Minallah Wa Hablun Minannas.
Dengan kelengkapan kelengkapan tersebut diatas dilengkapi pula adanya : Beras, Gula Merah dan Kelapa. Ini bermakna.
- Beras : Semoga kehidupan calon mempelai mendapat reski dari Allah Swt dalam menghidupi keluarganya.
- Gula Merah : Ini bermakna dalam kehidupan selalu mesrah, tidak cekcok. Saling bahu membahu, saling pengertian, tahu hak dan kewajibannya masing masing.
- Kelapa : Ini bermakna semoga didalam kehidupannya dapat berguna kepada semua manusia seperti kelapa, karena kelapa itu semua unsurnya dapat berguna mulai dari akar sampai daun,untuk kesejatraan manusia.
Dengan di dasari oleh tiga E yaitu: Etos, Etis,dan Estetika semoga ada manfaatnya
Amin Wasalam.
Makassar 01 Oktober 1998
Narasumber : H.PEWAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
give your comment....