@ Keberadaan kita ibarat, seorang bayi yg berada di pangkuan Allah,..Tentu segala sesuatu Allah-lah yg lebih tahu kebutuhan kita, dn seorang bayi tiadalah ada daya dan upaya..apa-apa selalu di tuntun-Nya, di gendong-Nya dan di suapi-Nya. Dan kadang Allah mencubit sang bayi,karena Allah rindu tangisan sang bayi. Cubitan Allah berupa bala' musibah dan kesulitan, hyn sekedar mendengar keluh kesah-mu kepada-Nya, bukan karena benci, marah atau murka, tapi karena gemes dn sayang pada kita. Mungkin selama di dlm gendongan-Nya..kita sering rewel, suka ngompol ndak bilang-bilang, atau sering meronta untuk turun dr gendongan-Nya, hingga Allah "gemes" pada kenakalan kita,..
Allah tdk pernah Murka atau benci kepada para 'bayi-Nya" yg ada di pangkuan-Nya,..Karena rasa kasih sayang-Nya jauh lebih besar dr murka-Nya
@ "Setiap langkah dan tarikan nafas kita, akan menjadi kitab yg berupa catan perjalan kita untuk kembali kepada-Nya. Segala isi dlm kitab kita, akan kita pertanggung jawabkan di hadapan-Nya, apa saja yg d tulis...hitam atau putih, baik apa buruk, indah atau buram...semua ada pertangungan jawab-Nya...
Tetapi bukan itu intinya yg Allah tuntut dlm kitab kita, bukan isinya tulisanya tapi dgn tinta apa yg kitab itu kita tulis...,Sebaik apa tulisan itu, kalau kita goreskan dgn "tinta dr ke-aku-an" diri kita (merasa bisa, berilmu, kuat) pasti tdk Dia terima, justru akan Allah lemparkan kitab itu ke muka kita. Dan seburuk apapun yg kita tulis dlm kitab itu, asalkan kita goreskan tinta "dgn kesadaran bahwa Allah ada dn meliputi gerak langkah kita" niscaya akan indah dan mempesona,...Qodrat dn iroda...t dn qodha'dan qodar...tiadalah mampu kita menolaknya..itu sudah Nas-Nya. Hanya dgn selalu bersama-Nya didlm keduanya itulah..tinta yg Mulya...jgnlah pernah terlepas "kesadaran kita" akan hadir-Nya,...Karena kebaikan belum bisa selamatkan kita (Justru cenderung akan menyesakan kita, bila terlena, tiada syukur di dlmnya)...begitu juga keburukan juga tdk mampu selamatkan kita, hny Al Haq (kebenaran, kesadaran kita akan sumber dr yg baik dn buruk)...dari Allah dn hyn Allah yg menyelamatkan kita...bukan kebaikan dn keburukan,..
Jadi intinya yg kita cari dan buru, bukan apa yg akan kita tulis dlm kitab kita, tapi dgn apa tinta apa kita menggoreskan kitab kita. Tinta sesungguhnya (Allah) yg mebuat goresan kekal dn di kenang selamanya, atau tinta yg sifatnya sementara, fana' yaitu tinta (kesadaran bahwa diri yg bisa melakukanya), yg akan hilang hny karena angin dan hujan (riya', ujub dll sebagainya)
(copy from FB kk Noe Raharjo)
menggugah mbk.. :)
BalasHapusberkawan dengan saya ya, jangan lupa kunjungi dan follow blog saya http://kampungkaryakita.blogspot.com/. Saya sudah memfollow blog ini.. Sukses :)
Bismillah,...
BalasHapusknjungan ke blog sahabat,.
knjungi blog saya ya riopratomo.com
follow blog saya,. ^_^
mkasih yah udah komen..
BalasHapusok, I do...