Kamis, 17 November 2011

Analisis Puisi

The Road Not Taken by Robert Frost

Two roads diverged in a yellow wood
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that, the passing there
Had worn them really about the same,

And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood and I—
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

Analysis;
Menurut saya puisi menceritakan tentang seseorang yang berani menentukan jalan hidupnya sendiri apapun resikonya itu.
“The roads diverged in a yellow wood”, ini dimaksudkan bahwa ada dua jalan yang bercabang dimana seseorang tersebut harus memilih salah satunya.
“And sorry I could not travel both”, dia harus memilih salah satu jalan itu karena itu merupkan jalan yang sudah sering dilalui oleh orang-orang, namun ia tidak mau mengambil salah satu jalan itu. Dia lebih memilih jalan yang semak-semak (undergrowth) yang jarang dilalui oleh orang-orang.
“And perhaps with a better claim”, dia merasa bahwa jalan yang dipilihnya ini sangat baik dan cocok buatnya. “Grassy and wanted wear” ini menunjukkan kondisi jalan yang dipilihnya yang berumput itu menandakan bahwa jarang orang melaluinya sehingga ia tergiur untuk melalui jalan tersebut.
“In leaves no step had trodden black.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back”.
Kemudian pada suatu hari ia menemukan rintangan-rintangan yang begitu berat pada jalan yang telah dipilihnya itu, namun ia ragu untuk kembali. Akhirnya ia meneruskan jalan yang dipilihnya itu.
I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood and I—
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

Dia melanjutkan jalan pada semak-semak tersebut dan dia berpikir bahwa suatu saat nanti dia pasti dapat melaluinya dan kelak apabila kesusahan-kesusahan itu telah dilaluinya ia akan menceritakannya dengan hembusan nafas lega. Dia adalah seorang yang pemberani yang telah memilih untuk menjalani kehidupan yang berbeda dari orang-orang.
Saya menyukai puisi ini karena puisi ini bisa memberikan motivasi kepada kita untuk berani memilih jalan hidup kita sendiri. Dan menjalani apapun konsekuensinya karena suatu saat kita pasti akan mendapatkan kebahagiaan melalui jalan kita sendiri.





A Guitarist Tunes Up by Frances Cornford

With what attentive courtesy he bent
Over his instrument;
Not as a lordly conquerer who could
Command both wire and wood,
But as a man with a loved woman might,
Inquiring with delight
What slight essential things she had to say
Before they started, he and she, to play.

Analysis:
Puisi ini bercerita tentang seorang pemain gitar yang membandingkan gitarnya itu dengan seorang wanita yang dicintainya. Gitar yang diibaratkan disini adalah seorang wanita yang dia cintai. Dimana dalam menjalin hubungan dia harus membuat irama teratur seperti ketika dia bermain gitar, mengatur senar dan kayunya (comman both wire and wood) dengan seimbang agar hidup mereka bisa indah seperti nada yang tercipta dari gitar tersebut. “Before they started, he and she, to play”. Sebelum mereka menjalani hubungan mereka harus melakukan semuanya.

Saya menyukai puisi ini karena imajinasi dalam puisi ini sangat bagus dimana penulis membandingkan sebuah gitar dengan seorang wanita. Dimana gitaris harus memperlakukan wanita dengan lembut seperti pada saat mengatur senar gitar agar gitarnya tidak rusak dan bisa menghasilkan nada yang indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

give your comment....