Sabtu, 19 Februari 2011

Filosofi Hidup - Belajar dari Bambu


Banyak yang tidak memperhatikan siklus hidup bambu. Sebenarnya ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari pohon bambu itu sendiri. Berikut beberapa uraian tentang filosofi hidup pohon bambu.


1.Sebelum tumbuh akar bambu lebih dulu mengutkan dirinya sendiri, meskipun berakar serabut, pohon bambu tahan terhadap terpaan angin kencang, dengan kelenturannya dia mampu bergoyang bak seorang penari balet, fleksibilitas itu lah bambu. gerak yang mengikuti arus angin tetapi tetap kokoh berdiri di tempatnya mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada keteguhan hati dalam menjalani hidup walau penuh cobaan dan tantangan, namun tidak kaku.

2. Akar bambu menghunjam kuat karena ia adalah hasil dari proses yang panjang. Empat tahun pertama ditanam, hampir tidak ada pertumbuhan di atas permukaan bumi. Tetapi di bawah permukaan bumi, akarnya merambat dan membentuk jaringan akar yang kukuh. Setelah batangnya melesat ke atas, tidak ada seorang pun yang bisa mencabut akarnya, tetapi hanya mampu memotong atau menggergaji batangnya. Akarnya tetap kukuh dan tidak bisa dicabut. Ini memberikan pelajaran, apa pun yang berakar kuat, baik itu iman, keyakinan atau lainnya, tidak bisa dicabut keluar. Dan proses pembentukan akar yang kuat itu memerlukan waktu yang lama, yang memerlukan kesabaran dan keteguhan. Namun, keteguhan itu tidak mengurangi kelenturan dan keluwesannya.

3.Bambu juga dapat di simbolkan sebagai sebuah siklus hidup manusia, contohnya setelah tunas tumbuh lalu keluar lah rebung, ini mengajarkan bagaimana kita perlu proses untuk menjadi lebih baik, dengan kesabaran, ketekunan, kegigihan dalam berusaha itu lah yang akan menjadi pintu kesuksesan seseorang, yah walaupun mungkin standar kesuksesan berbeda setiap orang, tapi itu bisa mengajarkan kita bagaimana cara berproses, hidup bukan sesuatu yang instan tapi dia berproses, tinggal bagaimana kita bisa menjadikan proses ini menjadi lebih berguna bagi kita semua.

4.Kemampuan bambu untuk tumbuh ditempat yang sulit menyebabkan bambu tersebar dalam area yang sangat luas dari kawasan yang terbentang diantara 50 derajat lintang utara dan 47 derajat lintang selatan. Penyebaran yang luas memungkinkan banyak sekali penggunaan bambu untuk tujuan yang berbeda, sumpit di kawasan Asia Timur seperti jepang dan korea, bahan anyaman untuk wadah, perangkap ikan, sampai alat musik dan obor penerangan, ini mengajarkan kita bahwa dimanapun kita berada, dimana bumi dipijak, senantiasa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan sekitar kita, sesulit apapun keadaan, tak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tak ada alasan untuk berlama-lama terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekalipun.

5.Dari klasifikasinya, bambu tergolong dalam tanaman rumput. Tapi, bambu adalah rumput spektakuler. Tingginya terentang dari 30 cm sampai 30 meter. Ia sebuah tanaman rumput yang unik. Nah, inilah pelajarannya. Meskipun berlatar tanaman rumput, bambu menjadi beda lantaran karakternya. Kegunaan dan caranya bambu mengekspresikan dirinya menjadikan bambu sebagai rumput yang berbeda. Dalam kehidupan pun, latar belakang kita sebenarnya bukanlah penentu. Tetapi, bagaimana kita berupaya mengekpresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang yang ada. Itulah yang akhirnya, membuat kita menjadi pribadi yang luar biasa.

6. Bambu juga menunjukkan kerendahatian. Semakin tinggi seseorang, baik dalam ilmu, materi, maupun status sosialnya, ia semakin merunduk karena ia tidak akan pernah lupa akarnya yang menghunjam ke bumi. Ia sadar bahwa asal-usulnya dari bumi, dari tanah, dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

give your comment....