Minggu, 28 Juni 2009

StoRy froM MunJi

POTRET SERUNI DALAM PERANGAI

Kusebut ia bunga seruni,wajah manis,juga senyum indah ditambah perangai yang begitu anggun selalu menyapaku dengan ramah,terlalu,terlalu baik ia jadi sahabatku,selalu temaniku dalam suka juga dalam duka.Tak pernah kulihat ia marah padaku,sabar hadapiku walaupun sesekali ku membuat ia jengkel tapi tak diindahkannya.Ia malah tersenyum dan berusaha menenangkan hatinya dan memberiku nasehat.Ia bernama Maya sahabatku,sangat cantik,cantik perangai dalam berlakon.

Terlalu tegar ia berlakon dalam sebuah panggung sandiwara,terlalu hebat ia mengalahkan semua dentingan-dentingan masalah yang menghadang,tak kunjung habis menerpanya dalam aktivitas sehari-harinya.

Pernah aku mencoba untuk menjauhinya.Ia menangis dalam kesendiriannya.baru kali ini kulihat ia menangis tersedu-sedu berkata padaku tentang makna persahabatan.Aku cuek saja dan tak peduli dengan kata-katanya.Tak tahan juga aku melihatnya bersedih dan melamun saja.Kuhampiri ia kujelaskan alasanku tentang”aku hanya ingin melihat sampai dimana ketabahanya menghadapiku.Ia merangkulku erat,kurasakan air matanya menetes basahi jilbabku waktu itu,ia kembali menangis tersedu-sedu menatapku sendu…sendu…sendu kelabu.Ada makna dimatanya,ia bangkit dan menggandeng tanganku menuju kantin,ngobrol cukup lama,Aku minta maaf,iapun kembali tersenyum manis ,manis juga senyum itu,Maya terimah kasih sudah mau jadi sahabatku.

Ia kembali dan lagi-lagi menolongku”menerjemahkan bahasa inggris yang sulit kupahami,meminjamkan laptopnya untuk keperluan menulisku.Seperti malaikat saja ia datang dengan ikhlas menolongku,mempersembahkan bunga persahabatan untukku.Tugas-tugasku selesai,aku kembali pulang dan esoknya kusapa ia dan mengajaknya ke perpus,ia mengangguk saja sesekali buat lelucon,tampak ia selalu berusaha membuat aku tertawa,lucu rupanya sahabatku ini,model tertawanya cekikikan dan sangat pas dilihat…tambah terpesona saja aku melihatnya tertawa,seperti ia tak tampak punya beban saja.

Senja disore itu menyambut,kami pulang kerumah masing-masing dalam pikiran yang berbeda-beda,ada kalanya aku sejenak berpikir beruntungnya aku milik teman yang baik seperti Maya.Ia sudah bagian dalam hidupku,kusebut ia bunga seruni yang selalu semerbak mewangi dalam perangai,ia sudah kuanggap saudaraku…saudaraku..meskipun ia hanya seseorang sahabat yang tiba-tiba datang mengobati kesendirianku.Ia sahabatku terbaikku…..

Semenjak pisah kelas denganya.Aku sebatang kara tanpa dia,tanpa seseorang memberiku nasehat dan masukan.

Kulihat ia dari jauh bersama sahabatnya yang baru,yang lebih bisa membuatnya bahagia,ia tertawa lepas dalam teki-teki canda tawa pagi itu.Sungguh lega kelihatan ia bersahabat dengan teman barunya.Lain halnya dengan aku yang selalu saja merepotkannya.Kurasakan hari-hariku sepi tanpa dia …tanpa segalanya…tanpa cerita tentangnya,tentang seruni di ujung kelopak bunga harapan bangsa.

Seruni….memang kau kusebut seruni yang selalu berlakon dalam perangai,harum seperti bunga seruni,lembut dan ramah sekali.Kau sanggup tenangkanku saat aku gundah dan resah.Seruni akankah cerita tentangmu hilang seketika?saat kutengadahkan tanganku menghadap Sang Khalik berusaha meminta kau kembali padaku….sahabat!!!

Sebatang kara aku,betul di dunia ini,aku melamun dalam sepi yang mengutuk-ngutukku yang terlalu kejam pada seruni…….tak membebaskanya mengeluarkan keluh kesahnya tentangku.

Ada puisi yang kutulis tentangnya di secarik kertas lusuh,kuberikan padanya lalu ku berlalu pergi,kutuangkan semuanya dalam puisi tentangnya.Ia membuka lalu membacanya…kulihat ia tak menangis ….hanya tertawa membacakan puisi yang didalamnya sarat akan kesedihan ,kepiluan,penyesalan telah kehilanganmu Maya,telah buatmu menderita jadi sahabatku.

Dirobek-robek saja puisi itu,dibuang ke tong sampah lalu ia berlalu dengan cueknya,baru hari itu aku melihatnya seperti itu,maafkan aku…..

Kupulang dengan gundah tak tahu harus buat apa hingga Maya mau kembali bersahabat denganju.Dulu aku tak memaknai arti persahabatan dansekarang baru kurasakan dalam-dalam ia menguasai seluruh raga dan jiwa.

Kuteringat kembali kenangan bersamanya waktu itu,terlalu banyak kenangan hingga aku tak bisa menyebutkanya satu-satu,terluka rasanya saat kuingat dulu ia baik padaku,tak pernah kubayangkan ia akan berubah padaku,rasa sayang sahabat berubah jadi benci.Aku tak pernah berpikir sejauh itu tentangmu seruni….

Seruni…hatiku yang ditinggal sendu mencintaimu kini terluka….terlalu baik engkau jadi sahabatku…seruni dengarkah kau saat kita melakonkan makna persahabatan bersama?membingkai persahabatan dalam sebuah ikrar janji setia untuk selalu bersama.

Seruni aku seperti seseorang yang berusaha mencari jarum ditumpukan jerami,sampai aku pergi,sampai Sang Khalik memanggilku menuju tempat peristirahatan abadiku,kutak mau engkau bersedih tampaku bila aku sudah tak ada lagi di dunia ini.

Aku hilang,kehilangan arah tanpamu hanya engkau temaniku dalam sepi,saat mereka tak ada yang perdulikanku,mereka sibuk dengan urusan masing-masing.sibuk sana-sini dan memang mereka belum bisa kupahat dalam hatiku,belum bisa mereka menaklukan hatiku yang keras tapi kau…engkau seruni bunga seruniku kau sanggup berikanku sarimu untuk kuambil lalu kupahat dalam telaga bening hatiku.

Mereka yang kusebut kawan-kawanku,agak ragu…yah agak ragu aku menyebut mereka kawan-kawanku,belum masuk kriteria,mereka punya karakter berbeda,ada yang hanya mau bergabung dengan orang berada,keren dan cantik.Itu semua tak masuk dalam rumus pencarian sahabat sejati. Aku suka sahabat sederhana,tidak banyak neko-neko,tidak sombong,suka berbuat baik dan ramah dalam bersikap. Mereka belum bisa kusebut sahabat sejatiku.

Maya…kau maknai seruni…bunga seruni yang cantik,sangat anggun terlihat oleh mata disaksikan oleh hati yang berbunga…anggun sangat anggun engkau di mataku.

Maafkan aku Maya…kali ini aku yang merangkulnya dan ia memaafkanku,itu yang kusuka darinya,mudah memaafkan orang lain.Selama bersahabat dengannya tak pernah sedikitpun perangainya cacat dimataku.Ia terlalu sejati untuk jadi sahabatku…kuucap kata maaf tulus dari dalam hati,ia mengangguk dan tersenyum padaku.

Seruni bila saatnya tiba aku ingin engkau tetap jadi seruni yang semerbak mewangi dalam perangai.Berbuat baik,suka tolong menolong dan tetap tersenyum.Seruni jadikan aku sahabat sejatimu dan aku juga akan memahatkan namamu dihatiku sebagai sahabat sejatiku hingga potretku tak terbingkai lagi di potretmu.

Pangkep,1 maret 2009

MUNJIYAH DIRGA GHAZALI

PSGBD SASTRA DAERAH

FAKULTAS ILMU BUDAYA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

give your comment....